Rabu, 21 September 2011

prinsip dasar pemeriksaan fisik

BAB I. PENDAHULUAN
Sejak kesehatan diketahui merupakan salah satu dari kebutuhan dasar setiap umat manusia (WHO , 1946 ), maka berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan derajat kesehatan. Salah satu upaya tersebut yang dinilai mempunyai peranan cukup penting adalah penyelenggaraan kesehatan ( Blum, 1976 ). Ini selaras dengan UU No. 23 tahun 1992 tentang kesehatan dan Sistem Kesehatan Nasional.
Puskesmasmempunyai fungsi pembangnan yang berwawasan kesehatan, pusat pembinaan peran serta masyarakat dan pelayanan kesehatan yang bertangggung jawab tentang kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya, sebagai sarana pelayanan kesehatan pemerintah wajib menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau semua lapisan masyarakat
Pada era desentralisasi untuk menghadapi berbagai tantangan berkaitan dengan makin meningkatnya tuntutan masyarakat akan pelayanan yang bermutu. Hal ini diwujudkan dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan sumber daya manusia .sehingga pelayanan kesehatan tetap terjaga sesuai standar profesi yang ada.
Maka dari itu disusunlah suatu standar pemeriksaan fisik umum dengan harapan petugas mempunyai alat ukur untuk pelayanan kesehatan yang diberikan.
BAB II.PRINSIP DASAR PEMERIKSAAN FISIK
Topik :
beberapa hal yang perlu diperhatikan pada pemeriksaan fisik
syarat pemeriksaan fisik umum
Jenis pemeriksaan fisik: inspeksi,Palpasi, Perkusi dan auskultasi
beberapa hal yang perlu diperhatikan pada pemeriksaan fisik
Dalam melakukan pemeriksaan fisik, perlu diperhatikan beberapa hal yang sangat mendasar yaitu :
Selalu meminta kesediaan/ ijin pada pasien untuk setiap pemeriksaan
Jagalah privasi pasien
Pemeriksaan harus seksama dan sistimatis
Jelaskan apa yang akan dilakukan sebelum pemeriksaan (tujuan, kegunaan, cara dan bagian yang akan diperiksa )
Beri instruksi spesifik yang jelas
Berbicaralah yang komunikatif
Ajaklah pasien untuk bekerja sama dalam pemeriksaan
Perhatikanlah ekpresi/bahasa non verbal dari pasien
2. syarat pemeriksaan fisik umum
Syarat yang harus dipenuhi untuk melakukan pemeriksaan fisik umum antara lain :
1. Kompetensi petugas
2. Ruang pemeriksaan sesuai standar
3. Alat Bantu pemeriksaan sesuai standar dan berfungsi baik
4. Buku dan alat pencatat
 
3. Jenis pemeriksaan fisik
Pemeriksaan fisik harus dilakukan secara sistimatis dan saling mendukung, yaitu :
A. PEMERIKSAAN INSPEKSI
 Inspeksi adalah suatu tindakan pemeriksa dengan menggunakan indera penglihatannya untuk mendeteksi karakteristik normal atau tanda tertentu dari bagian tubuh atau fungsi tubuh pasien.. Inspeksi digunakan untuk mendeteksi bentuk, warna, posisi, ukuran , tumor dan lainnya dari tubuh pasien.
Cara pemeriksaan
1. Posisi pasien dapat tidur, duduk atau berdiri
2. Bagian tubuh yang diperiksa harus terbuka ( diupayakan pasien membuka sendiri pakaiannya Sebaiknya pakaian tidak dibuka sekaligus, namun dibuka seperlunya untuk pemeriksaan sedangkan bagian lain ditutupi selimut.)
3. Bandingkan bagian tubuh yang berlawanan (kesimetrisan) dan abnormalitas.
4. Catat hasilnya
B. PEMERIKSAAN PALPASI
Palpasi adalah suatu tindakan pemeriksaan yang dilakukan dengan perabaan dan penekanan bagian tubuh dengan menggunakan jari atau tangan. Palpasi dapat digunakan untuk mendeteksi suhu tubuh, adanya getaran, pergerakan, bentuk, kosistensi dan ukuran. Rasa nyeri tekan dan kelainan dari jaringan / organ tubuh. Dengan kata lain bahwa palpasi merupakan tindakan penegasan dari hasil inspeksi, disamping untuk menemukan yang tidak terlihat.
Cara pemeriksaan
1. Posisi pasien bisa tidur, duduk atau berdiri tergantung bagian mana yang diperiksa dan Bagian tubuh yang diperiksa harus terbuka
2. Pastikan pasien dalam keadaan rilek dengan posisi yang nyaman untuk menghindari ketegangan otot yang dapat mengganggu hasil pemeriksaan
3. Kuku jari-jari pemeriksa harus pendek, tangan hangat dan kering
4. Minta pasien untuk menarik napas dalam agar meningkatkan relaksasi otot.
5. Lakukan Palpasi dengan sentuhan perlahan-lahan yaitu dengan tekanan ringan dan sebentar-sebentar.
6. Palpasil daerah yang dicurigai, adanya nyeri tekan menandakan kelainan
7. Lakukan Palpasi secara hati-hati apabila diduga adanya fraktur tulang.
8. Hindari tekanan yang berlebihan pada pembuluh darah.
9. Lakukan Palpasi ringan apabila memeriksa organ/ jaringan yang dalamnya kurang dari 1 cm.
10. Lakukan Palpasi agak dalam apabila memeriksa organ/ jaringan dengan kedalaman 1 – 2,5 cm.
11. Lakukan Palpasi bimanual apabila melakukan pemeriksaan dengan kedalaman lebih dari 2,5 cm. Yaitu dengan mempergunakan kedua tangan dimana satu tangan direlaksasi dan diletakkan dibagian bawah organ / jaringan tubuh, sedangkan tangan yang lain menekan kearah tangan yang dibawah untuk mendeteksi karakteristik organ/ jaringan.
12. Rasakan dengan seksama kelainan organ/ jaringan, adanya nodul, tumor bergerak/ tidak dengan konsistensi padat/kenyal, bersifat kasar/ lembut, ukurannya dan ada/tidaknya getaran/ trill, serta rasa nyeri raba / tekan .
13. Catatlah hasil pemeriksaan yang didapat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar